Macam-macam Kesadaran

Kesadaran diri Fitrah

Manusia secara Fitrah/kodrat nya tau siapa dirinya. Bukan Ego yang membentuk kesadaran diri. Pada tahapan itu Ego adalah realitas, dan realitas itu adalah mengenal diri. Dengan kata lain manusia menciptakan gambaran tentang diri dalam benaknya. Secara teknis, manusia mengenal dirinya dari pengetahuan yang didapatkannya. Namun sebelum mengenal dirinya dengan cara seperti itu, dan bahkan sebelum cara cara lainnya, manusia sudah mengenal dirinya melalui pengenalan diri yang Fitrah/kodrat sifatnya.

Dalam pengetahuan seperti ini tidak ada pertanyaan “adakah saya” jika saya ada, maka “siapa saya?” keraguan akan muncul dalam persoalan kasus pengetahuan yang didapat melalui usaha, maksudnya adalah pengetahuan tentang sesuatu berbeda dengan eksistensi actual sesuatu itu. Namun dalam pengetahuan diri yang sifatnya Fitri/kodrat maka tidak ada keraguan padanya.

Meskipun tau diri yang sifatnya Fitri/kodrat itu nyata, tetapi pengetahuan seperti itu bukanlah pengetahuan yang didapatkan melalui usaha. Pengetahuan itu merupakan sifat khas dan fundamental pada manusia.

Kesadaran diri Filosofis

Para orang bijak ingin mengetahui hakikat dari sadar diri. Apakah sadar diri itu substansi atau bentuk? Apakah materi atau non materi? Apakah keberadaannya bersamaan atau lebih dahulu daripada tubuh? Bagaimana hubungannya dengan tubuh? Dan seterusnya. Pada tahapan ini pertanyaan tentang sadar diri adalah bagaimana hakikat dan jenis sadar diri? Itulah klaim yang para orang bijak mengatakannya mengerti.

Kesadaran diri universal

Sadar diri universal adalah mengetahui diri dalam kaitannya dengan dunia. Dalam sadar diri tahap ini, manusia menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari suatu keseluruhan yang disebut alam semesta. Pada tahap ini manusia menyadari bahwa dirinya bukan makhluk independen, namun bergantung dengan makhluk lain. Keberadaanya bukan tanpa bantuan, hidupnya bukan tanpa membutuhkan orang lain, dan untuk mencapai tujuannya tidak bisa sendirian.

Imam Ali bin Abu Thalib AS berkata : “Semoga Tuhan merahmati manusia yang tau asal usulnya, yang tau keberadaan dirinya, yang tau kemana dirinya”. Sadar diri seperti ini membuat manusia sangat membutuhkan kebenaran. Sadar diri seperti ini tidak terdapat pada hewan dan makhluk lain, khusus hanya pada manusia. Sadar diri seperti inilah yang membuat manusia ingin tau dan mencari jawaban atas segala keraguan yang dimilikinya.

Kesadaran diri manusia

Sadar diri manusia adalah kesadaran akan hubungannya dengan orng lain. Dasar dari sadar diri manusia ini adalah bahwa semua manusia adalah sama. Semua manusia memiliki hati nurani yang sama, semua manusia memiliki rasa mencintai dan perasaan yang sama. Seorang penyair berkata “Semua manusia seperti organ tubuh” maka mustahil ketika ada manusia yang tidak memiliki rasa simpati kepada manusia lainnya, dan tentu saja tidak layak disebut sebagai manusia.

Kesadaran diri Nabi

Sadar diri Nabi berbeda dengan sadar diri yang lainnya. Nabi memiliki kesadaran akan Tuhan dan dunia dalam dirinya. Oleh karena itulah seluruh Nabi selalu berjuangkan menegakkan Tauhid, mustahil dalam diri seorang Nabi ada partikel partikel kemusyrikan dan kejahatan seperti juga dalam ajaran, dedikasi dan tujuan para Nabi mustahil kita akan menemukan hal hal negatif tersebut. Maka setiap partikel di alam semesta jagad raya ini, dalam pandangan seorang Nabi adalah manifestasi dari Tuhan, dan para Nabi berusaha membangkitkan potensi potensi yang dimiliki semua manusia agar memiliki kepekaan dalam seluruh keberadaan dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s