AGAMA TUHAN vs AGAMA MANUSIA

Oleh Muhammad Rusli Malik
(Penulis Tafsir Albarru)

Belakangan ini jagat keagamaan kita terguncang. Ada pro ada kontra. Para ulama angkat bicara. Pamflet berseliweran di grup-grup medsos. Orang awam terbawa ke sana ke mari. Umat seolah “dipaksa” terbagi dua: ikut “kami” atau tak dapat belaan di akhirat. Kata JIHAD tiba-tiba banyak ditulis dan mengisi mimbar-mimbar.

 

Ketegangan dan saling curiga antar anak bangsa kian menemukan momentumnya setelah politisi turut bicara. Penguasa sepertinya merasa tertekan, atau paling tidak melihat sesuatu yang bisa merusak keutuhan nusa. Kepala Negara menjumpai tokoh-tokoh berpengaruh.

 

Pertanyaan yang terlalu sayang dilewatkan: Dimanakah agama yang sesungguhnya ketika semua orang bicara tentang (membela dan tidak membela) agama ? Apakah agama identik dengan ulama dan apa yang dikatakannya ? Sehingga bergabung dengan “mereka” sama dengan bergabung dengan agama; dan bergabung dengan yang tidak bergabung dengan “mereka” sama dengan keluar dari rombongan orang-orang beragama ?

 

Yang mendesak untuk diketahui anatominya ialah apa itu agama, siapa yang berhak mewakili agama, dan bagaimana cara membela agama.

Kalau agama terjemahan dari الدين (ad-diyn), maka menurut Alquran (9:33; 48:28; 61:9) *diyn* itu ada dua macam.

Yang dibawa Rasulullah Muhammad saw adalah *diyn al-Haq* (agama al-Haq, agama Kebenaran, agama Allah), sementara selainnya tentu bukan al-Haq, bukan Kebenaran, dan bukan milik Allah. Dan agar tidak terkontaminasi dan tercemar (istilah tafsirnya: mengalami tahrif atau perubahan) oleh para pemilik nafsu duniawi maka *diyn al-Haq* ini harus (dan hanya boleh) diemban dan diklaim oleh manusia pilihan Allah (2:30-34; 2:124). Semua klaim oleh yang bukan manusia pilihan itu bersifat relatif, bisa benar bisa salah. Bahkan suara terbanyak tidak berlaku di sini.

Karena suara terbanyak juga bisa menyesatkan (6:116). Jika salah, tentu bukan lagi agama Tuhan, tetapi agama manusia.

 

*Diyn al-Haq* yang Allah turunkan melalui Rasul-Nya adalah untuk dimenangkan, untuk dizhahirkan, terhadap agama-agama yang lain. Di sinilah muncul kata JIHAD.

Karena jihad artinya bersungguh-sungguh memenangkan agama Allah. Lalu bagaimana cara memenangkannya ? Nabi pada awalnya hanyalah seorang diri, sementara kebanyakan orang di lingkungan sosialnya menista dan melecehkannya. Dapat kita bayangkan andai Nabi memenangkan agama ini dengan demonstrasi atau perang, berarti beliau harus mendemo dan memerangi seluruh manusia. Dan Nabi tak kan pernah punya pengikut. Karena *diyn* yang datang dari Allah adalah ajaran Kebenaran maka cara menularkannya *bukan dengan kepalan tinju, tapi juga dengan cara yang benar; yaitu dengan edukasi (mengajar) dan argumentasi (mempertahankan ajaran)* secara persuasif. Itu bukan kata saya. Itu kata Allah dalam Surat Ali Imran ayat 159, Surat an-Nahl ayat 125 dan Surat Yusuf ayat 108. Ulama yang benar adalah ulama pewaris Nabi. Yakni pewaris cara dakwah dan jiwa  Nabi yang telah terbebas dari sifat *ammarah* dan nafsu duniawi. Sehingga ulama seperti ini tak mungkin lagi punya kalkulasi kepentingan sesaat. Jika masih punya keinginan duniawi, maka ia bukan lagi penyeru ke Jalan Allah. Maka berhati-hatilah mencari ikutan. Karena Allah melaporkan kepada kita relasi negatif antara pengikut dan ikutannya nanti di akhirat melalui ayat berikut ini :

“Dan mereka (penghuni neraka) berkata: ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami dahulu (di dunia) telah menaati para pemimpin dan pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar’.” (QS. Al-Ahzab/33: 67-68. Baca juga 2:166-167 dan 14:21-22)***

#SayNo2Wahhabism
#SayNo2ArabSaudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s