Tuhan, Buanglah Orang-Orang yang Keras Kepala Itu ke Tong Sampah!

Kita lahir di sini, mati pun di sini. Ketika kita ditakdirkan hidup di negeri ini, maka kita telah mendapatkan anugerah sekaligus keuntungan yang luar biasa berharga. Bagaimana tidak, negeri yang kita tinggali ini dikenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya memiliki sopan santun. Lebih dari itu, di sinilah kekayaan, baik di atas maupun di dalam bumi begitu berlimpah. Dan satu lagi, bahwa negeri ini dikenal sebagai negeri yang damai dan tentram, dibandinkan dengan negera lainnya.

Namun, semakin ke sini, kita nyaris tak menemukan kedamaian dan ketentraman, sebagaimana yang dulu pernah dirasakan oleh nenek moyang kita. Yang ada kini hanyalah permusuhan antarsesma, hanya karena perihal sepele yang mestinya tak perlu dipermasalahkan secara berlarut-larut. Dan akibat perkara yang sepele itu, banyak korban yang dibuat renggang, baik dalam hubungan keluarga, pertemanan maupun rekan kerja. Hubungan yang dulu terjalin dengan erat dan harmonis, kini menjadi merenggang seperti ada tembok yang menghalangi untuk bersua. Dan itu terjadi, sebab perkara sepele tadi itu. Dan mereka adalah korbannya.

Begitu banyak konflik yang bermunculan, mulai kasus politik, penistaan agama, pelecehan para pahlawan yang dianggap kafir dan permasalahan-permasalahan lainnya, yang tidak mungkin saya paparkan satu per satu di ruang yang terbatas ini. Saya rasa, semua orang, di mana pun mereka berada, dan apapun agama, bahasa serta budaya mereka, dibikin galau, bingung bahkan sampai-sampai stress melihat kenyataan konflik yang kian rumit.

Dan kerumitan itu efek dari permasalahan-permasalahan yang sebenarnya tidak masuk akal yang kemudian ‘dipaksakan’ untuk diproses melalaui hukum, seperi kasus yang melibatkan banyak orang untuk berdemo yang berjilid-jilid di Jakarta beberapa pekan lalu. Dan saya rasa, konflik itu yang membuat banyak orang kebingungan bahkan mereka harus bermusushan hanya karena kasus itu.

Dari sederetan konflik yang ada berhasil membuat keresahan dalam setiap hati orang, termasuk saya. Maka, kita butuh perdamaian dan ketentraman. Dan kita sudah muak dengan realitas keberagamaan dan sosial kita yang mulai eksentrik itu. Maka itu, kita harus punya hati dan pikiran yang jernih dalam menyikapi masalah.

Tak akan elok bila kita hanya melibatkan perasaan saat menanggapi masalah, sementara akal kita istirahatkan. Mungkin, itulah alasan mengapa banyak orang yang bertengkar, bermusuhan dan saling membenci. Karena, mereka terlalu fokus dengan perasaan. Sedangkan akal, mereka  selalu menganggapnya tidak penting.

Kita sudah jemu dengan kasus-kasus SARA. Kita hanya butuh perdamaian. Jangan sampai kita termakan sama berita-berita yang tidak outentik. Hadapilah sebuag permasalahan dengan akal yang jernih. Jangan langsung diproses ke hati yang ujungnya, bermusuhan lagi bermusuhan lagi. Capek kita melihat permusuhan terus yang tidak berkesudahan itu.

Dan pada akhirnya, kita berdoa kepada Yang Maha Kuasa, agar selalu menjada negeri ini dari segelintir orang yang mencoba membuat kegaduhan, pertengkaran dan perpecahan umat manusia. Ya Tuhan, jagalah bumi kami ini, dan sadarkanlah mereka bahwa apa yang mereka lakukan tidaklah benar.

Kalau mereka tidak sadar-sadar, minimal percepatlah mereka untuk bertemu dengan-Mu agar bumi yang kami cintai ini bersih dari mereka. Semoga Engkau mengkabulkan doa kami. Amin.

https://seword.com/urusan-hati/tuhan-buanglah-orang-orang-yang-keras-kepala-itu-ke-tong-sampah/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s