Cerita Cendekiawan NU Zuhairi Misrawi

Ini cerita cendekiawan NU Zuhairi Misrawi sehabis dari Iran ikut Konferensi internasional persatuan Islam ke 30 di Tehran kemarin…

“Saya baru pulang dari Tehran, masih belum hilang kekaguman saya pada negeri yang mengikuti jejak Ahlul Bait ini. Negeri ini begitu magic. Setiap saat, warganya melantunkan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.

Di televisi berisi bacaan al-Quran dengan langgam yang indah. Maklum, idalamu qiraat semuanya dari Iran. Di televisi semuanya berisi pujian bagi Nabi Muhammad SAW. Bahkan, saat nonton liga Inggris, MU vs West Brown, jeda iklan isinya lagu-lagu pujian bagi Nabi Muhammad SAW.

Para ulamanya terus menulis buku dalam berbagai bidang: Filsafat, Tafsir, Sufisme, Sains, Sejarah, dan lain-lain. Saya semakin yakin, jika dulu kejayaan Islam muncul dari Iran (Ibnu Sina, al-Jabar, al-Khawarizmi, Imam Ghazali, dan lain-lain), maka kejayaan Islam pada masa sekarang juga akan muncul dari Iran.

Saya percaya pada hadis Nabi, “Jika aku adalah kota idalamu, maka Ali adalah pintunya“.

SAYANG, yang memberi kesaksian orang yang telah lebih dulu dicap liberal oleh sebagian kelompok Islam… soalnya kalau yang diundang orang2nya HNW yang ada bukan kesaksian…. taip klarifikasi bahwa dirinya di fitnah media Iran…

 

Islam Muhammadi itu… dasarnya Al Qur’an, Sunnah dan akal sehat… ambisinya menyebar rahmat dan kebaikan… kekuasaan tidak pernah didapat dengan direbut tp masyarakt yang mempercayakan dengan sukarela… jika berdebat… dengan cara yang ahsan dan perkataan yang baik… jika dpt informasi ditabayyuni dulu… jika dihina dan dilecehkn lebh mengutamakan pemberiaan maaf… jika diperangi membalas dengan serangan serupa tidak dengan cara melampaui batas… untuk yang memilih beda dimaklumi dan dijaga hak2nya… dan gandrung menjaga persatuan dan kebersamaan… kekuasaan yang diberikan akan dipergunakan untuk menegakkan keadilan…

Islam Umawi itu… dasarnya Al Qur’an, Sunnah dan akal bulus… ambisinya kekuasaan… hatta itu didapat dengan manipulasi, kekerasan, ancaman, paksaan dan perang… Al Qur’an dan Sunnah secara manipulatif digunakan untk merebut kekuasaan dengan paksa… memprovokasi massa untuk memusuhi dan membenci yang beda… jika berdebat kasar dan lebih mengandalkan umpatan, klaim, tuduhan daripada argumen yang logis dan bukti… memaksakan pendapat dan kehendak… buat yang beda dicap sesat bhkn kafir… kalau berperang melampaui batas… lebih cenderung mencari titik perbedaan untk dipertengkarkan dibanding mencari titik temu… modalx beragama, perasaan…makax baperan.. sdikit2 tersinggung… merasa diri paling Islami… makanya anti kritik… kekuasaan yang didapat akan dipakai untuk memaksakan ideologi kelompok…

Sampai skrg masih juga ada yang termakan isu syahadat orang2 Syiah beda dengan muslim yang lain… Bagi yang percaya, konsekwensinya: dia meyakini ada syahadat yang lain diluar 2 kalimat syahadat dan kyakinan tersebut bhkan bisa membatalkan syahadatnya sndiri sbb syahadat ddalam Islam hanya 2 kalimat syahadat itu tidak ada yang lain.

Jika meyakini syahadat Syiah yang menurutnya beda itu tidak sah dan menyebabkan Syiah tidak termasuk golongan muslim, ini sama saja mengkafirkan Syiah. Syiah juga mengucapkan 2 kalimat syahadat sebagaimana muslim lainnya dan itu cukup untuk menyebutnya muslim… mereka shalat, puasa, berzakat dan juga naik haji sbagaimana muslim lainnya … mengkafirkan seorang muslim yang tidak terdapat padanya kekafiran… maka kekafiran akan kembali padanya..

Terus menyebutkan nama2 12 Imam setelah mengucapkan 2 kalimat syahadat yang dilakukan org2 syiah itu apa? Itu baiat namanya. Dan baiat sangat beda dengan syahadat. Sebab kalau sama.. Nabi Muhammad Saw tidak perlu lagi minta baiat dari kaum Muslimin yang telah mengucapkan syahadat… so, sah2 saja saudara2 Sunni berkata… aku bersaksi tidak ada Tuhan selain, Muhammad adalah Rasul-Nya, dan aku bersaksi pula Abu Bakar adalah manusia terbaik stelah Rasulullah, khalifah pertama yang telah berjihad di jalan Allah dst… dan ucapan seperti itu sering kita dengarkan dalam khutbah2… tidak ada tuh orang syiah menyebut kesaksian atas keutamaan2 sahabat Nabi sebagai syahadatnya orang2 Sunni…

Yang ngotot ucapan baiat sama kedudukanx dengan ucapan syahadat hrs hati2 bisa jd syahadatx malah batal dengan keyakinanx itu…

Pesan moralnya:
Kalau tidak punya ilmunya… hati2 jangan ikut2an… berani lebih dulu berupaya memahami sebelum menghakimi itu kebesaran jiwa namanya…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s