Bagi yang Beriman, Para Nabi, Wali dan Orang Sholeh Itu Masih Hidup

makam-nabi-saw

Jepara, NU Online
Nabi dan para orang saleh meskipun sudah wafat sejatinya masih “hidup”. Hal itu ditegaskan KH Nuril Arifin Husein saat menjadi pembicara dalam pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di pesantren Darunnajah desa Kedungleper Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (19/12) malam.

Karenanya saat membuka ceramah ia memberikan penghormatan kepada tiga tokoh yang dihauli KH Ridlwan, KH Muchtar Hasan dan KH Baidlowi Ali. “Seng sedo menika luwih langkung urip (yang meninggal itu sejatinya lebih hidup),” terang kiai yang kerap disapa Gus Nuril kepada ratusan jamaah.

Sebagai nahdliyin, lanjut lelaki kelahiran Gresik, Jawa Timur itu ruh Muhammad masih tetap hidup. Apalagi saat shalawat dikumandangkan maka ruh Nabi Muhammad hadir untuk menjawab shalawat-shalawat yang ditujukan kepada sang baginda.

Jika shalawat-shalawat itu dibacakan di seluruh dunia, kata pengasuh pesantren Soko Tunggal itu Muhammad tidak henti-hentinya menjawab hingga 24 jam.

Lelaki yang memiliki motto—pecinta Gus Dur sampai akhir itu juga ingin membuktikan bahwa nabi ruhnya masih hidup, maka ia mencari ijazah ke mana-mana dari Maroko, Makkah dan negara yang lain.

Dari pencarian ijazah itu dikatakan untuk ketemu nabi bisa dilakukan dengan memperbanyak membaca shalawat. Tetapi dengan mengamalkan ijazah itu dirinya tak kunjung sukses.

Kemudian dilanjut dengan ijazah yang lain yakni menunaikan shalat tasbih 41 hari. Cara itu dilakukannya juga belum berhasil. Ikhtiar berhasil saat mengamalkan yasin fadilah di makkah. Saat membaca yasin tersebut Gus Nuril benar-benar bermunajat kepada Allah. Menengadah dan menangis di hadapan sang pencipta.

“Tiba-tiba ada sesosok laki-laki berambut panjang sedang tidur di depan kabah?” ceritanya.

Gus Nuril pun ingin mendekati sosok yang sedang istirahat tersebut. “Kanjeng nabi sedang sare jangan diganggu,” begitu suara yang ia dengar dari belakangnya.

Setelah ia toleh ternyata yang mengingatkan ialah almarhum KH Abdurrahman Wahid. Karenanya Gus Nuril kembali meyakinkan berkat orang-orang saleh yang dihauli malam itu, ratusan jamaah itu bisa tetap eksis meneruskan jejak-jejak perjuangannya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Wahabi adalah Musuh Islam, Wahabi Bukan Islam.
NU Lahir tahun 1926 untuk Melawan Wahabi Saudi dan para boneka bayaran nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s