Al-Azhar Kecam Fatwa Ulama Salafi Wahabi Yang Hina Nabi Muhammad SAW

Sejumlah ulama al-Azhar dan para pejabatnya mengungkapkan kemarahan besar mereka sebagai respon atas seorang ulama Salafi Wahabi “Abu Ishaq al-Huwaini” yang mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan dugaan upaya “bunuh diri” yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. (Baca: Netizen Kecam Fatwa Halal Penggunaan Narkoba Bagi Pria Beristri Jelek)

Menurut media “Arab21”, para ulama al-Azhar menuntut agar secepatnya dikeluarkan aturan yang membatasi penyebaran fatwa yang tidak wajar, agar ada yang mengontrol keluarnya fatwa tersebut, dengan tidak mengangkat perihal tersebut di masyarakat awam kecuali fatwa tersebut sesuai dengan pernyataan resmi dari al-Azhar. (Baca: Wahabi Takfiri Proklamirkan Agama Pertumpahan Darah, Bukan Islam)

Wakil al-Azhar Dr. Abbas Shauman memperingatkan bahwa agama sedang menyaksikan ada atau tidaknya kejujuran dan keadilan para syaikh dalam mengeluarkan fatwa yang tidak wajar yang memiliki tujuan dasar dibalik itu untuk menabur benih-benih fitnah di negara-negara muslim. Al-Azhar sangat menyadari skema ini dan berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengeluarkan aturan yang akan menentukan siapa saja yang berhak untuk mengeluarkan fatwa di Mesir. (Baca: Syeikh Al-Azhar Serukan Lawan Ideologi Wahabi)

Dalam nada yang sama, anggota dari Islam Riset Academy, Dr. Abdullah al-Najjar menyerang dengan keras ulama Salafi Wahabi, dalam pernyataannya yang dikutip oleh surat kabar “al-Youm 7” pada hari sabtu (22/10) bahwa isu-isu seperti itu tidak seharusnya dibicarakan, dan kita semua mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencoba untuk bunuh diri. (Baca: Fatwa Ulama Salafi-Wahabi Mesir: Calon Pria Boleh Intip Tunangan Saat Mandi)

Beliau menekankan bahwa beberapa orang kerap salah menafsirkan dan salah memahami hadits Nabi, serta gagal memahami membaca teks-teks agama. Beliau juga mengatakan bahwa “memahami hadits Nabi adalah anugerah dari Allah SWT, dan semua orang harus menggunakan anugerah ini dalam menafsirkan hadits dan al-Quran, dan bukan hanya mengambil sebuah teks saja, fenomena mengambil teks apa adanya dan menafsirkan semaunya akan merugikan Islam”. (SFA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s