Terorisme-Wahabisme Monster Ciptaan Saudi Untuk Hancurkan Dunia dan Islam

08 Januari 2016,

RIYADH, SAUDI – Hubungan cukup lama antara rezim Saudi dan kelompok teroris, dimulai sejak permulaan tahun delapan puluhan abad lalu, kemudian hubungan keduanya mengkristal dengan seorang pria intelijen bernama Bandar bin Sultan, hal itu terlihat jelas pada peristiwa 11 September, pendudukan Irak, pembukaan jalan bagi ISIS dan kelompok teroris lainnnya untuk bisa sampai ke Suriah serta penyebaran terorisme di wilayah. (Baca: Persekutuan Hitam Rezim Saudi dengan Wahabisme yang Anti Nabi Muhammad)

Kutipan Media Tentang kemesraan Saudi dan Israel

Hampir tidak ada perbedaan antara keduanya, dimana korban dan algojonya sama, sementara perbedaan satu-satunya diantara keduanya hanya pada sisi tempat atau lokasi, yang pertama di Arab Saudi dan yang kedua para teroris itu di Suriah. Indikasi yang paling penting dan menonjol bahwa asas intelektual keduanya berasal dari sekte Wahabi yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahab. (Baca: Wahabi Adalah ISIS, ISIS Bukan Aswaja)

Sejak awal, rezim al-Saud memainkan peranan penting dalam terbentuknya kelompok teroris, pertama kali adalah pada akhir tahun delapan puluhan abad lalu, ketika Arab Saudi memanfaatkan kedekatan hubungan Amerika Serikat dan kelompok Taliban dengan mulai mencairkan petro dolarnya untuk proses penyebaran pemikiran radikal yang menjadi dasar bagi kelompok teroris di kemudian hari ini. (Baca: Ulama Palestina: Wahabi Ajaran ‘Setan’ dan Bukan Islam)

Dukungan terorisme mengkristal dengan Bandar bin Sultan dan peristiwa 11 September.

Kedua adalah Pangeran Saudi, Bandar bin Sultan, yang memiliki jalinan kuat dengan para teroris. Pangeran yang dikenal mitra teroris itu mulai menerapkan ide-idenya melalui hubungan dengan pemerintah AS lewat George W. Bush hingga dengan George W. Bush Jr. (Baca: Wahabi, Radikalisme Diantara ISIS dan ATHEIS)

SaudiYang terakhir, begitu tampak rencana Bandar bin Sultan yang saat itu memegang kendali kerajaan Saudi, peristiwa 11 September fakta tak terbantahkan, menurut hasil penyelidikan peristiwa tersebut terungkap adanya hubungan begitu erat antara para pejabat tinggi di Riyadh dan al-Qaeda serta Taliban dengan adanya keterlibatan 15 orang asal Saudi dari 19 orang yang melakukan serangan tersebut, sebagaimana juga menguatkan hal itu, munculnya pengakuan dari Zacarias Moussaoui, salah satu orang yang terlibat dalam serangan tersebut, bahwa ia pernah bertemu secara langsung dengan Raja Saudi yang sekarang yaitu Salman Bin Abdul Aziz dan secara pribadi menyerahkan pesan dari Osama bin Laden.

Mantan senator AS Bob Graham, mengatakan bahwa “AS selalu bersikap melindungi Arab Saudi yang saat itu dimintai pertanggung jawaban atas jaringan yang melakukan serangan 11 September, para pembesar Saudi terus-menerus meningkatkan dukungannya kepada kelompok radikal di dunia, terutama di Timur Tengah, dan yang terakhir dukungannya kepada ISIS yang merupakan hasil dari penyebaran ideologi radikal (Wahabi) Arab Saudi. (Baca: Stop Sebut “Islam Itu Teroris”, Wahabi Teroris dan Bukan Islam)

Rencana itu terus berlanjut, bersama dengan Bandar bin Sultan yang memainkan peranan kunci dalam pendudukan AS di Irak pada tahun 2003, dan yang menciptakan terbentuknya kelompok teroris ISIS awal mulanya di Irak, dan Saudi terus memberikan dukungannya kepada beberapa kelompok teroris lainnya, jumlah para teroris asal Saudi yang tewas di Irak sejak tahun 2003 lebih dari dua ribu.

Sementara itu, Suriah menjadi tempat yang pas bagi Arab Saudi dalam mengembang biakkan terorisme, dimana Bandar bin Sultan terus melakukan perannya dengan baik dan dia telah bersumpah akan menggenangi Timur Tengah dengan darah dan di beberapa kota di dunia untuk mobilisasi destruktif teroris. Akibatnya, Suriah dan beberapa wilayah di kawasan tenggelam dalam lautan darah kejahatan Teroris ISIS.

Riyadh adalah basis kelompok Al-Qaeda

Kata John Biden, Wakil Presiden AS “Masalah besar AS adalah para sekutu kami di kawasan itu, mereka para penguasa Saudi dan Emirat serta selain mereka berdua yang bertekad untuk menyalakan perang sektarian (Syiah dan Sunni) di wilayah tersebut, mereka menghabiskan ratusan juta dolar dan memberikan berton-ton senjata, sementara yang menerima semua dukungan itu adalah para jihadis dari Jabhah Nusroh dan al-Qaeda serta beberapa kelompok-kelompok ekstremis lainnya.” (Baca: Monarki Saudi-Wahabi Senjata Amerika Hancurkan Islam dari Dalam)

Di Irak dan Suriah, peranan Saudi pindah ke Negara Yaman, dimana al-Qaeda dan ISIS mengendalikan beberapa daerah luas di bagian selatan negara itu atas dukungan Saudi, sementara rezim al-Saud yang mengklaim bahwa mereka memerangi terorisme belum pernah sama sekali meluncurkan bom ke salah satu kawasan yang dikendalikan oleh kelompok-kelompok teroris tersebut.

SetelahYaman kawasan berikutnya adalah Libya, Mesir, Tunisia, Nigeria, karena Saudi dan gerakan Wahabismenya ingin menguasai hegemoni di kawasan yang dibantu dan di support oleh Amerika dan Zionis Israel, dan tampak dengan jelas hubungan tiga negara itu dengan terorisme dan kejahatan di dunia. (SFA/Berbagai Sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s