Mulanya Cuma Slogan, Indonesia potensial jadi Suriah Jilid 2

#IndonesiaDaruratTakfiri

Mereka berkata “jika syiah dibiarkan di indonesia maka yang akan terjadi suriah jilid 2”. Benarkah demikian?
benar sekali . . . indonesia ingin dijadikan suriah jilid 2 , tapi bagaimana hal itu terjadi?
baiklah saya akan bongkar kronologinya bagaimana hal itu terjadi, saya akan ungkap garis besarnya . . . .
indonesia akan menjadi suriah jilid 2 bermula dari sloganlah yang menjadi pemicunya . . . .
slogan itu: “SYIAH bukan ISLAM”
lho kok karena sebuah slogan menjadi pemicunya?

beginilah kronologinya:

  1. slogan “SYIAH bukan ISLAM” dilemparkan oleh kaum konspirasi zionis. Ingat, Zionis Israel sangat memusuhi Iran yang mayoritas Muslim mazhab Jakfari/ Syiah 12 Imam.
  2. slogan ini digadang-gadangkan hingga mempengaruhi alam bawah sadar pembaca dan penerima
  3. bagi yang berjiwa labil, bersumbu pendek dan malas tabbayun slogan itu mudah diterima oleh mereka
  4. ketika slogan itu telah merasuk, menyihir dan menghinoptis penerimanya , lalu dilemparkanlah sebuah dalil pendukung
  5. dalil itu adalah “orang yang bukan ISLAM berarti dia KAFIR, karena itu nyawa dan darahnya halal dibunuh, memerangi dan menzolimi mereka adalah bagian dari jihad”
  6. dalil itu diterima mentah-mentah oleh mereka yang telah tersihir oleh slogan
  7. akibat dari slogan yang di dukung dalil tersebut, muncullah jiwa-jiwa “eksekutor” yang haus darah bagi mereka yang dianggap musuh
  8. ketika slogan “SYIAH bukan ISLAM” diketahui oleh NON MUSLIM, timbullah suatu pertanyaan dalam diri mereka
  9. dalam pikiran dan hati NON MUSLIM itu berkata “jika SYIAH saja yang berbeda sekte dan berbeda konsep/pandangan saja dengan dianggap bukan ISLAM lalu darah dan nyawa halal untuk dibunuh, diperangi dan dizolimi, lalu bagaimana dengan kami yang jelas beda agama dengan mereka? yang jelas NON MUSLIM dan mereka anggap kafir selama ini? berarti kelak suatu saat kami juga akan dibunuh mereka dong?
    ummat NON MUSLIM mulai merasa khawatir, ketakutan mulai menghinggapi mereka, mereka mulai mempersiapkan diri dari bahaya yang akan menimpa mereka, mereka mulai mempersiapkan senjata dan peralatan perang, semua itu mereka lakukan untuk melindungi diri . . . . ISLAMOPHOBIA pun menghinggapi mereka . . . . .
  10. lalu muncullah kaum sepuh dan orang yang memahami persoalan berusaha meluruskan permasalahan, mereka menolak slogan tersebut karena dampak bahayanya yang begitu besar
  11. ketika kaum sepuh dan orang yang memahami persoalan itu menolak slogan “SYIAH bukan ISLAM” maka zombi-zombi yang telah tersihir itu menuduh mereka membela SYIAH, akibatnya mereka juga dianggap si “BUKAN ISLAM” yang sedang taqiyyah, mereka dianggap lebih membela golongan yang bukan ISLAM, yang sekelas kyai dan habaib dijuluki mereka sebagai PENDETA SYIAH, sedangkan sekelas USTAD akan dijuluki mereka sebagai PASTUR SYIAH, sedangkan para pengikutnya sudah dicap mereka KAFIR
  12. NON MUSLIM yang merasa sama-sama terancam jiwanya akhirnya memilih merapat ke SYIAH, bahkan mereka bersedia dan menawarkan bantuan dan persenjataan kepada SYIAH karena merasa senasib yaitu merasa menjadi golongan yang ditarget untuk dibunuh
  13. golongan ASWAJA akhirnya terpecah menjadi 2 , yang satu berkata “lihat itu NON MUSLIM banyak merapat ke SYIAH, itu membuktikan bahwa SYIAH adalah bukan ISLAM mereka serupa dengan KAFIR, sedangkan kita diperintahkan untuk berkasih sayang dan berlemah lembut dengan saudara sesama muslim, dan bersikap keras dengan orang KAFIR, jika SYIAH itu ISLAM mengapa mereka malah bergandengan tangan dengan kaum yang jelas-jelas KAFIR”

lalu ASWAJA yang satunya berkata “tidak . . . . RASULULLAH SAW diutus sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN, untuk menyempurnalan akhlak, bukannya sebagai NABI yang menyuruh membunuh suatu jiwa hanya karena perbedaan agama, prinsip dan pandangan, kita harus dakwah bil hikmah untuk menyempurnakan akhlak bukan dengan darah bin hasrat untuk membunuh . . . .
lalu muncullah 2 ASWAJA
ASWAJA pro slogan dan ASWAJA kontra slogan

  1. lalu berkatalah para zombi-zombi yang telah tersihir itu kepada ASWAJA pro slogan “hai kawan , temanmu yang disana telah disusupi SYIAH, mungkin diantara temanmu itu ada SYIAH yang sedang bertaqqiyah yang menyusup kedalam organisasimu”
  2. lalu berkatalah SYIAH dan NON MUSLIM kepada ASWAJA kontra slogan “kalian sudah dianggap musuh dan serupa dengan kami oleh mereka, artinya kalian juga kelak akan ditarget bunuh sebagaimana kami, lebih baik kalian bersatu dan bersama kami untuk melawan mereka, lupakanlah temanmu yang diseberang sana, dan anggaplah kami sekarang ini temanmu, bila kalian bersama kami kalian akan kami lindungi dan kami juga akan memberikan senjata untuk membela diri”
  3. lalu para zombi-zombi yang telah tersihir itu berkata “lihat itu, mereka telah mempersenjatai diri itu artinya mereka telah bersiap memerangi kita, kita harus mempersenjatai diri juga, kita harus bersatu melawan mereka yang KAFIR adalah jihad , TAKBIR . . . . . “
  4. setiap kubu mulai memegang senjata masing-masing, mereka lupa dulunya mereka sama-sama lahir disini, pernah menjadi teman, kawan dan sahabat, mereka lupa saat mereka kecil mereka sama-sama tersenyum dan tertawa
  5. tapi kini dihadapan keduanya , yang diseberang sana adalah musuh, masing-masing kubu berusaha mempertahankan diri
  6. hingga satu pemuda tolol, emosional dan penuh kebencian membunuh salah satu orang yang dianggap musuhnya . . . .
  7. tewasnya satu jiwa ini memicu amarah dan dendam dari pihak korban yang terbunuh
  8. berkatalah salah satu orang terdekat dari korban yang terbunuh dengan penuh amarah bercampur airmata “kita tidak bisa diam saja, kita harus membalas mereka, jika kita terus bersabar dan membiarkan mereka, pada akhirnya membunuh kita sesukai hati mereka”
  9. terjadilah pembalasan dari kubu yang menjadi korban, hingga konflik perang pun terjadi . . . .
  10. ditengah-tengah pertempuran terdengar seruan “bunuh mereka, jika mereka terluka maka bunuh mereka sampai mati, jika mereka hanya terluka dan tetap hidup mereka pasti akan datang membalas kita, jadi bunuh mereka”
  11. lalu ditengah pertempuran itu muncul seruan kedua “jika kalian telah berhasil membunuh lawanmu, maka bunuh anak-anaknya karena jika mereka dibiarkan hidup dan tumbuh besar anak-anak mereka pastinya akan membalas kematian orangtuanya dan membunuh, karena bunuh juga anak-anak mereka”
  12. lalu ditengah pertempuran terdengar “isteri-isteri dan perempuan-perempuan mereka adalah penghasil generasi mereka, jangan biarkan mereka berkembang biak, karena itu bunuhlah isteri-isteri dan perempuan mereka . . . .
    pada pertempuran itu . . . 2/3 atau 3/4 penduduk suatu negara tewas, mati mengenaskan, mereka mati saling bunuh, sedangkan diantara mereka saling bertanya “mengapa aku membunuh? mengapa aku dibunuh?” . . . . .
    hanya karena sebuah slogan . . . . sebuah taktik jitu memusnahkan 2/3 bahkan sampai 3/4 penduduk negara atau dunia tewas . . . mati karena konflik yang dipicu sebuah slogan yang digaung-gaungkan para zombi-zombi yang tersihir …

Ini seperti dongeng ‘kan? yach.. seperti dongeng bagi mereka yang tidak mengerti, tapi bagi mereka yang mengerti dan memahami ini, apa yang tertulis di atas tak ubahnya mimpi buruk yang dilihat dalam keadaan terbangun . . . .
tinggal kembali pada diri kita masing-masing apakah kita menginginkan hal itu terjadi di NKRI tercinta ini?

Jawabannya ada dalam diri kalian sendiri , sadarilah ini dari awal sebelum penyesalan datang terlambat . . . . . saya hanya menyampaikan . . . .
selamat tinggal . . . .senang mengenal kalian semua walaupun hanya di dunia maya sosial media . . . . . .
tertanda:  Jefri Nofendi/Jefri Leeboy
Aswaja Bidang IT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s