Penelusuran Pejuang Aswaja terhadap Wahabi

Inilah hasil penelusuran/ penelitian Ahlussunnah wal jamaah terhadap rencana jahat Wahabisasi (Dajjalisasi) di negara-negara Muslim:

  1. Saya sedang mengumpulkan informasi tentang gerakan Wahabi Salafi di Indonesia serta melakukan studi komparasi dengan beberapa negara yang telah jadi Wahabi.
  2. Negara-negara itu adalah Arab Saudi, Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, dan terakhir Islamic States of Iraq and Syam. Pola Wahabi sama di semua Negara-negara di atas dan termasuk Indonesia target berikutnya.
  3. Wahabi memulai dari Pendidikan, Yayasan, pengurus masjid, parade, lalu masuk kejajaran pemerintahan, partai, kabinet dan berakhir pada pemberontakan bersenjata (Lihat apa yang terjadi di Hijaz, Libya, Suriah, dan Iraq).
  4. Tentunya, salah satu strategi utamanya adalah pemutar-balikkan fakta sejarah melalui buku² dan kebohongan berita melalui Sosmed & Web.
  5. Proses rekrutmen untuk jadi Wahabi dilakukan melalui peringatan/ pengajian. Polanya adalah Kembali pada Alquran dan Sunnah. Sebuah cara tepat yang pasti diterima.
  6. Kembali pada AlQur’an dan Sunnah adalah WAJIB bagi semua muslim. Tak ada yang menolak. Kufur-lah orang yang menolak hal ini, inilah yang dijadikan pintu masuk.
  7. Pola Ini terus digaungkan plus cerita tentang kemusyrikan, bid’ah, khurafat, takhayul, menyembah kubur, tawassul atau meminta kepada selain Allah, yang menjangkiti umat Islam sekarang, yang telah menginjak2 Alquran dan Sunnah Nabi SAW.
  8. Ketika emosional telah terbangun, maka kontranya adalah pelampiasan kebencian ditujukan kepada para ulama yang beda pendapat dengan Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya.
  9. Maka aplikasi kebencian itu terkejawantahkan kepada sunni yang telah ber-abad² tak bisa damai dengan wahabi. Ironi! Salah langkah, gagal paham.
  10. Proses itulah yang tengah terjadi di Indonesia. Dengan pola yang sama di beberapa negara tersebut di atas, persis tengah terjadi di NKRI ini. Mengerikan.
  11. Minggu lalu kita membaca kerjasama antara yayasan2 Islam dengan Arab Saudi makin gencar. ini dulu juga terjadi di negara² yang porak-poranda & jadi wahabi.
  12. Sejak 20 tahun lalu, kita melihat yayasan² dan penerbit wahabi muncul. Ini dulu juga terjadi di negara² yang porak-poranda & jadi wahabi.
  13. Sejak 5 tahun terakhir ramai mahasiswa Indonesia yang digratiskan untuk kuliah di Arab Saudi. ini dulu juga terjadi di negara² yang porak-poranda & jadi Wahabi.
  14. Sejak awal kabinet yang anti wahabi ini, langkah & gerak wahabi terlihat begitu massif, gencar dan terstruktur. tugas ulama sebagai benteng NKRI makin berat.
  15. Tidak ada jalan lain selain ULAMA bersatu cegah tangkal makar ini bersama TNI, Polri, BNPT dan DPR. Demi anak cucu yang hidup damai di NKRI.
    Perhatikanlah beberapa orang yang akan gusar dan marah dengan kul-twit ini.

abdkadiralhamid@2015

Tambahan:
Meski slogannya Kembali Pada Al Qur’an dan Hadits, tapi amalnya justru melanggar Al Qur’an dan Hadits:

Hadis riwayat Ali ra. , ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No. 1771)

سيخرج في آخر الزمان قوم أحدث الأسنان سفهاء الأحلام

“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

يخرج قوم من أمتي يقرئون القرآن يحسبون لهم وهو عليهم لاتجاوز صلاتهم تراقيهم

“Suatu kaum dari umatku akan keluar membaca Al Qur’an, mereka mengira bacaan Al-Qur’an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. ” (HR. Muslim)

يحسنون القيل ويسيئون الفعل يدعون إلى كتاب الله وليسوا منه في شيء

“Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun. ” (HR. Al-Hakim)

Berbagai ayat Al Qur’an dan Hadits mereka pakai, namun kesimpulan lain yang mereka dapat dan amalkan. Berbagai larangan Allah dalam Al Qur’an seperti Su’u Zhon (Buruk Sangka), Mengolok-olok sesama, Mengkafirkan sesama Muslim, dan membunuh sesama Muslim. Berbagai caci-maki terhadap sesama Muslim seperti Ahlul Bid’ah, Sesat, Kafir dan sebagainya terlontar dari mulut mereka.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. ” [Al Hujuraat 11-12]

“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (Bukhari no. 46,48, muslim no. . 64,97, Tirmidzi no. 1906,2558, Nasa’I no. 4036, 4037, Ibnu Majah no. 68, Ahmad no. 3465,3708)

Ayat Al Qur’an dan hadits di atas sering mereka ucapkan. Namun sering pula mereka langgar sehingga mereka mengumpat dan bersangka buruk terhadap sesama Muslim.

Jika diingatkan dengan enteng mereka berdalih: “Ah mereka bukan Muslim!”

Baca selengkapnya di: http:/ / media-islam. or. id/ …/ ciri-khawarij-tak-mengamalkan-a…/

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya)” [An Nisaa’ 94]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s