Surat Terbuka Untuk Aktivis Anti Syiah

Minggu, 25 Oktober 2015

Islaminesia.com—Salam wa Rahmah…
Bulan Muharram betul-betul menjadi bulan yang dinaungi kabut. Berkabut bagi mereka yang bermazhab Syiah dan segenap pecinta keluarga Rasulullah SAW, karena menjadi bulan penuh duka dipenuhi linangan air mata atas pembantaian yang dialami Husein, cucu terkasih Nabi SAW. Di luar itu, ada pula yang kalang kabut memupuk benih-benih yang katanya akan digunakan untuk membuat para Syiah Ali bertaubat. Mereka sebagian besar sudah tertutupi amarah, tak lagi mampu diajak berdiskusi, dan hanya bisa menuduh sesat dan kafir kepada orang yang berbeda pemahaman dengannya. Mereka adalah orang yang menidurkan akalnya di atas kasur empuk, berselimut kain beledru yang hangat.
Maka jadilah media sosial, entah itu Facebook dan Twitter sebagai ajang untuk menyebarkan hal-hal yang jauh dari penggunaan akal dan rasio. Maklum sajalah, orang yang menyebarnya memang sedang mengistirahatkan nalarnya, jadi tidak usah heran dengan tak masuk akalnya semua yang di­-publish. Lalu pertanyaannya sekarang, berhasilkah mereka mengembalikan orang-orang Syiah yang “sesat” ke jalan yang lurus?
Saya menjawab hakkul yaqin, tidak sama sekali.
Menggunakan hal yang tidak bernalar untuk menyadarkan orang-orang yang memilih menjadi Syiah atau pecinta keluarga Rasulullah SAW secara rasional dan tanpa paksaan adalah pekerjaan yang keliru, kawan.
Jika kalian mampu menyebut mereka sesat. Maka ada dua hal yang bisa saya simpulkan, pertama kalian benar-benar tahu 5W+1H Syiah, secara eksplisit dan gamblang. Sehingga kalian dengan pengetahuan itu mampu menghakimi dengan luar biasa. Kedua, dengan tahu seluk-beluk Syiah, maka sewajarnya kalian mengetahui betul bagaimana tipikal Syiah yang kalian tuduh “sesat”. Kedua hal ini seharusnya bisa membawa kalian menggunakan metode yang tepat untuk menyadarkan mereka dari kesesatan.
Tapi, anggap saja kalian dengan niat begitu mulia sudah tak menghiraukan kedua simpulan di atas. Menggunakan cara aneh bin ajaib, muncul dengan pertanyaan dan pernyataan yang menyudutkan di status orang-orang yang dianggap “sesat”. Penuh semangat jihad ’45 berusaha untuk menyadarkan mereka dengan segala dalil yang sekali lagi saya bilang jauh dari nalar.
Maka, dengan niat baik pula saya hadirkan surat terbuka ini, agar kalian—kawan-kawan sejawat yang begitu tangguh—bisa sedikit belajar dan semoga bisa berhasil menyadarkan mereka yang “sesat”. Tapi cara ini hanya dapat berhasil, jika memenuhi satu syarat, BANGUNKAN NALAR KALIAN DARI TIDUR PANJANG. Sepakat??
Surat ini berasal dari pengamatan panjang di dunia maya, khususnya di Facebook, Twitter, dan portal berita yang katanya Islami. Dengan mengambil sampel beberapa teman yang menggunakan akun media sosial di atas, baik yang sering mengunggah status atau link yang kelihatan sebagai orang “sesat” dan mereka yang datang sebagai penyelamat.
Pertama, sudah menjadi hal umum bahwa Syiah dikenal mumpuni dalam berargumentasi. Hal itu sudah diiyakan oleh banyak orang di luar lingkaran Syiah, sehingga banyak orang yang menyebut dirinya ustad akan menghindari debat bersama Syiah saat akan melakukan penyelamatan. Wallahu a’lam maksudnya apa—untuk menghindarkah atau memang menganggap dirinya tidak akan mampu menjawab balik setiap pernyataan dan pernyataan yang keluar dari si “sesat” itu.
Untuk memulai, pola ini yang harus diubah. Jika ingin menyadarkan mereka yang berkeyakinan karena menggunakan pertimbangan akal, maka ubahlah keyakinan mereka dengan hal yang logis pula, menggunakan sumber rujukan yang jelas, dan tidak bertentangan dengan hukum sebab-akibat. Jangan menggunakan artikel, video yang hanya mengandalkan sumber “kata-katanya”. Haram hukumnya melakukan hal tersebut untuk menyadarkan Syiah.
Jangan pula menjawab pertanyaan mereka, dengan sebuah pertanyaan baru. Karena mereka ingin menganalisa jawaban kalian dan dari situlah, mereka bisa memilah yang benar dan yang salah. Jika pertanyaan diselesaikan dengan pertanyaan lagi, mereka akan mencap kalian sebagai orang yang tak sistematis cara berpikirnya. Lalu buat apa mengikut kata orang-orang yang tak jelas pola pikirnya? Itu hanya membuat hidup semakin tidak jelas.
Jangan juga saat membahas isu Suriah, lalu dengan entengnya tiba-tiba mengaitkan isu tersebut dengan nikah mut’ah, shalat yang berbeda, dan mencela sahabat. Itu kesalahan fatal, kawan. Itu isu lama bagi Syiah. Maka, Semakin jelaslah betapa rapuhnya pondasi berpikir kalian—jika memang kalian memang masih berpikir—dalam hal ini. Untuk selanjutnya, mungkin kalian akan dibiarkan bicara sendiri dengan tembok atau paling banter mereka akan meminta kalian membaca beberapa literatur terpercaya untuk mencari jawabannya sendiri.
Untuk membaca tuntas tulisan ini, sekali lagi saya tekankan BANGUNKAN AKAL KALIAN!!!

Kedua, Syiah hanya mengkultuskan Ali dan membenci sahabat lainnya. Ini juga menjadi isu lama bagi Syiah. Maka cobalah cari argumentasi untuk membalas pernyataan berikut ini. Ali lebih dari sahabat yang lain, semua mengakui hal itu—baik Syiah maupun Sunni. Ali adalah putera dari paman yang membesarkan Rasulullah SAW, sekaligus suami dari putri kesayangannya, Fathimah az-Zahra. Secar logis, tak mungkin Rasulullah menikahkan putri satu-satunya dengan orang yang tidak beliau ketahui kebaikan dan track record-nya. Belum lagi, sebuah hadis yang menyebutkan “Muhammad adalah kota ilmu, dan Ali adalah pintunya”, hadis ini cukup kuat untuk memperlihatkan betapa luar biasanya Ali. Dialah satu-satunya manusia yang lahir di dalam Baitullah. Luar biasa istimewa bukan, maka wajarlah Ali begitu dikultuskan. Namun, Syiah paham betul, Muhammadlah nabi terakhir, maka kesalahan fatal lagilah yang kalian lakukan, jika berpikir mengkultuskan Ali sama dengan menganggap mereka menjadikan Ali sebagai nabi.
Soal mencela sahabat, kalian pasti sudah tahu orang Syiah punya pemimpin tertinggi yang bergelar Rahbar—kalau tidak salah Rahbar saat ini adalah Ali Khamenei. Apapun tindak tanduk orang Syiah harus bersesuaian dengan apa yang difatwakan Rahbar. Dan mencela sahabat sangat dilarang oleh Rahbar, maka kelirulah kalian jika menuduh hal tersebut kepada mereka.
Memang betul ada orang yang mengaku Syiah, tapi melakukan hal tersebut. Tapi bukankah di Sunni saja memiliki begitu banyak kelompok-kelompok, dari yang paling ekstrim sampai yang paling kalem. Di Syiah pun seperti itu, mereka yang melakukan tindakan ekstrim dianggap telah keluar dari jalur. Dan tidak layak menyebut mereka sebagai perwakilan dari Syiah mayoritas.

Ketiga, hanya kematian Husein yang diperingati, sedangkan kematian imam-imam Syiah yang lain dinafikan. Weitss, tunggu dulu. Apakah kalian pernah melihat kalender khusus yang dibuat oleh Syiah, setiap bulannya selalu saja ada penanda entah itu wiladah ataupun syahadah para manusia suci dan hari penting lainnya.
Untuk hal ini, kalian harus belajar melihat sesuatu secara komprehensif alias menyeluruh. Syiah melihat syahidnya Husein sebagai bagian dari kelanjutan perjuangan datuknya, sebagai bagian dari perjuangan ayah dan abangnya—Hasan bin Ali. Jika kalian mengeluarkan pernyataan seperti di atas, mungkin kalian akan dibacakan sejarah panjang Islam dari awal hingga kebangkitan Imam Akhir Zaman.
Mereka akan selalu menggunakan hadis yang menyebutkan Fatimah adalah bagian dari Nabi Muhammad, dan jika Fatimah disakiti, maka hal itu akan menyakiti abahnya juga. Tak perlulah menjelaskan silsilah keluarga Rasul. Jelas Husein, Ali, dan Muhammad SAW adalah satu pertalian darah.

Keempat, masih menggunakan isu bahwa Alquran Syiah berbeda, sudah nggak cucok, bro. Kalian pasti ditanya, sudah pernah melihat Alquran versi Syiah? Orang Syiah saja tidak pernah, apa lagi kalian. Begitu luar biasanya jika ada sesuatu yang berkaitan dengan Syiah, tapi hanya diketahui oleh orang yang bukan Syiah. Jangan-jangan kalian yang “sesat”?? *upps. Tuhan sudah menjamin keaslian Alquran dari awal turunnya hingga hari kiamat nanti. Maka salah besar, jika kalian menyebut ada Alquran lain dari Alquran yang ada sekarang.
Fakta lainnya, (saya harus menyebut Iran di sini, maaf yah) Alquran yang dicetak di Iran sama persis yang kita temukan di Indonesia, mulai dari ayat pertama hingga ayat terakhir. Tidak percaya? Carilah Alquran itu sendiri dan bandingkan, atau kalian tidak punya Alquran dari Iran. Mungkin bisa saya perlihatkan di lain kesempatan—kebetulan saya punya. Beberapa kali lomba MTQ Internasional, Iran selalu berpartisipasi aktif hingga beberapa di antaranya keluar menjadi juara pertama. Tidak mungkinkan, juara pertama dipilih karena mereka membaca Alquran yang berbeda? Come on, BANGUNKAN NALAR KALIAN!!!
Ini mungkin yang terakhir, Syiah kau tuduh sesat dan bukan bagian dari Islam.
Perlu saya peringatkan, mereka kaum Syiah sudah buta. Sekuat apapun kau berteriak, sekencang apapun hasutan yang kau beri. Sekasar apapun tuduhanmu, sampai perempuan Syiah kalian sebut pezina. Mereka akan tetap kokoh pada pendirian dan keyakinannya. Hati mereka sudah buta karena cinta yang terlanjur berkobar di dalam sanubarinya. Moncong senapan pun akan mereka hadapi dengan senyuman sambil melantunkan shalawat. Karena bagi mereka inilah jalan bagi para pecinta sejati.
Rumah mereka kalian bakar. Kalian busukkan karakter mereka. Mereka kehilangan keakraban dengan keluarga dan teman terkasih, akibat hasutan kalian. Tidak akan menjadi masalah yang akan disesali. Karena jika dibandingkan penderitaan Rasulullah saat menyebarkan Islam, Ali yang diambil haknya, tangis Fathimah sepanjang malam saat nasehat abahnya tak dipeduli oleh pengikutnya, kesabaran Hasan melawan penguasa zalim, terpenggalnya kepala Husein di Karbala, hingga syahidnya para keturunan Rasulullah yang suci tidak ada apa-apanya dibanding penderitaan yang mereka alami. Saat mereka memilih menjadi pecinta, mereka sudah siap menerima segala konsekuensinya.
Mereka para pecinta yang sudah larut, sudah tak lagi peduli dengan harta duniawi. Mereka itu adalah orang-orang yang tercerahkan akalnya dan hatinya terpenuhi oleh cinta dan belas kasih. Mereka adalah orang yang sudah mencari tahu tentang kebenaran begitu panjang, lalu akhirnya dengan sadar memilih mencintai apa yang Rasulullah SAW cintai.
Maka sekalipun kalian meneriaki mereka kafir, mereka hanya akan berkata “Itukah yang Islam ajarkan pada kalian?” Saat kalian menuduh mereka sesat, maka mereka hanya akan bertanya, “Beginikah cara Allah menunjukkan jalan lurus bagi para pengikutnya?” Lalu kalian akan menjawab apa?
Apa yang kalian lakukan akan sia-sia. Sesia-sianya saya meminta untuk MEMBANGUNKAN NALAR KALIAN. Karena saya tahu dengki sudah menutupi mata hati, saudara sudah kalian anggap orang yang layak dicaci. Lalu siapa yang seharusnya harus kembali mendalami agama, mereka atau kalian?

Salam penuh kasih, dari orang yang prihatin atas Tidurnya Nalar Kalian.

Oleh: Evi Riani

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s