Logika Wahabi tentang Yasinan dan Tahlilan

Kamis pagi bakda Subuh, pada Kultum (Kuliah Tujuh Menit) di Mushola al-Manaar, Sufi Gendeng yang ikut mendengar ceramah ustadz Dul Wahhab membikin gempar jama’ah. Pasalnya, saat ustadz Dul Wahhab menyatakan bahwa Tahlilan dan Yasinan adalah perbuatan bid’ah. Dul Wahhab menjelaskan bahwa TAHLIL itu diperbolehkan karena maksudnya membaca ikrar Tauhid meng-Esa-kan Allah. Tapi kegiatan TAHLILAN itu tidak boleh karena tidak ada contoh dari Rasulullah Saw. Begitu juga membaca YASIN itu boleh karena itu ayat Al-Qur’an. Tapi YASINAN itu tidak boleh karena tidak ada contoh dari Rasulullah Saw. Baik TAHLILAN maupun YASINAN tidak boleh.

Mendengar uraian ustadz Dul Wahhab, salah satu santri bernama Sufi Gendeng tiba-tiba berdiri dan berseru lantang,

”Berarti TAHLIL boleh TAHLILAN tidak boleh. Baca YASIN boleh tapi YASINAN tidak boleh, begitukah logikanya ustadz?”
“Ya seperti itu logikanya,” sahut ustadz Dul Wahhab menegaskan,”TAHLIL boleh TAHLILAN tidak boleh. Baca YASIN boleh tapi YASINAN tidak boleh!”
“Saya setuju logika sampeyan ustadz,” sergah Sufi Gendeng melepas sarung sambil berkata lantang,”SARUNG boleh SARUNG-an tidak boleh!”
Ustadz Dul Wahhab tersentak kaget. Jama’ah juga terkejut.
“Sekarang saya masih pakai KATOK (celana pendek),” kata Sufi Gendeng melepas celana pendek sambil berkata,”KATOK boleh, tapi KATOK-AN tidak boleh!”
Ssst… stst……ceritanya sampai disini saja… karena harus DISENSOR Bagian ROHIS !!!…

(wahabi silahkan ngikik meringkik… ngik… ngik… ngiiiikkk)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s