Kita Adalah Apa Yang Kita Pilih

“Hidup adalah pilihan.”

“kita adalah apa yang kita pilih.”
Namun yang sering tidak disadari oleh kita adalah bahwa pilihan itu ada dua jenis: pilihan sadar dan pilihan bawah sadar. dalam ilmu psikologi, perbandingan pilihan sadar dan pilihan bawah sadar itu 10-20% : 80-90% pengaruh efektifnya dalam kehidupan kita. sayangnya banyak orang yang terlalu mengandalkan pada pilihan sadar dan kurang memanfaatkan/ memaksimalkan alam bawah sadarnya. padahal 80% lebih hidup kita ditentukan oleh alam bawah sadar kita.

Pilihan sadar adalah pilihan yang kita lakukan dengan kesadaran (consciousness) kita sehari-hari. sementara pilihan bawah sadar adalah akumulasi dari pilihan-pilihan sadar yang kita pilih sehari-hari; karena dilakukan secara berulang ia menjadi kebiasaan. saat sudah menjadi kebiasaan, akumulasinya ia menjadi karakter. dan jika sudah jadi karakter, itulah ramuan utama nasib bin takdir kita.

Ingat, 80-90% tindakan dan pilihan kita sebenarnya lebih didorong karena pilihan bawah sadar kita. Akumulasi pikiran-perbuatan-kebiasaan-karakter inilah yang mencetak ‘blue print’ diri kita dalam sistem besar bernama takdir/nasib. Ia muncul dan ‘mendeterminasi’ kita dalam bentuk ‘mood’, ‘intuisi’, ‘kepekaan perasaan’, dan ‘krentek hati nurani’. dalam ilmu psikologi secara statistik, cuman 10-20% aja sebenernya kita digerakkan karena itung-itung sadar secara logika dan rasio. sisanya lebih karena emosi. hayo ngaku aje…

we are what we repeatedly do. excellence, then, is not an act, but a habit.” begitu kata Mbah Aristotles. makanya tidak heran Imam Ali karomallohu wajhah dalam kitab Nahjul Balaghah mengatakan,:
“mengubah kebiasaan (buruk) adalah sebagian dari jihad.”
Kenapa dibilang jihad? karena mengubah kebiasaan artinya mereformasi dan merevolusi jiwa dari akumulasi pilihan-pilihan sadar yang bertumpuk dan mengeraskan jiwa dalam kebiasaan buruk kita. Di sini kita melawan keras timbunan hawa nafsu dan karakter hayawaniah kita. Dan jihad apakah yang disebut merupakan jihad ‘akbar’ oleh Rasulullah…? Jihad melawan hawa nafsu, bukan…?

semoga kita semua diberkahi kesadaran dan kesabaran untuk bisa berjihad melawan nafsu kita ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s