Faham ISIS, Faham Iblis

Basis Pemahaman Ideologi ISIS (Islamic State) adalah WAHABI SALAFI yang Mengaku ASWAJA. Silakan Baca postingan sebelumnya untuk memahami akar sejarah ISIS ini.
Berikut Dialog Saya dengan Salafi Wahabi (SAWAH)

Saya : “Taukah kamu berapa jumlah butir nasi yang masuk dalam mulutmu kamu makan ?”

Sawah:”Mana ada orang mengetahui hal seperti itu”

Saya :”Tetapi kamu sungguh aneh, dengan ketidaktahuan jumlah butir nasi yang masuk dalam mulutmu, tetapi kamu selalu mendakwakan dengan mulutmu bila kamu selalu benar dan orang lain pasti salah”

Sawah: “Apa hubungannya jumlah butir nasi dan kebenaran. Baiklah aku akui bila kali ini kamu benar, tetapi kebenaran seperti yang kamu katakan seperti itu adalah kebenaran umum, bukan kebenaran Islam”

Saya :”Bila kamu menganggap bila kebenaran Islam harus tidak umum (khusus) lalu kenapa Tuhan dalam Al Qur’an menyuruh agar orang makan dengan cara yang benar yaitu rizki yang bukan dengan cara menzalimi orang lain, padahal gagasan seperti itu juga ada dalam agama lain dan cara berpikir yang sehat juga kalbu yang suci. Apakah Islam itu memang tidak umum (tidak lumrah) ?”

Sawah :”Kamu telah menghina Islam, laknat Allah bagimu !”

Saya :”Dengan mengatakan seperti itu apa akan menambah kemulyaan (kebenaran) Islam. Aku pikir karena cara bernalar seperti itu tidak membuahkan kebaikan apapun, baik bagi Dia yang kamu sembah, orang lain, atau dirimu sendiri. Itu hanya perkataan dari mulutmu saja. Karena gagasan-gagasan yang tidak lumrah seperti itu maka wajar banyak penafsiran Islam yang anti kemanusiaan yang muncul dari anggapan-anggapan bila Islam harus khusus (ekskusif) dan menghina keumuman fitrah yang dipahami manusia”

Sawah :”Dasar laknat, anak iblis, aku penggal kepalamu karena menghina Islam”

Saya :”Memang, ada ayat sebagai dalil untuk memenggal kepala manusia (musuh), akan tetapi jangan kamu lupa bila dalam Al Qur’an mulai awal hingga akhir juga berisi peringatan bila siapa saja yang mendakwakan diri beriman agar beramal shalih yang artinya memberikan pelayanan bagi nilai kemanusiaan dan alam. Dan peringatan-peringatan Al Qur’an itu begitu tegas, tetapi orang-orang seperti kamu malah menyalahi esensi dari Al Qur’an itu dengan memutar balikkan kata-kata dengan apa yang biasa kalian sebut dengan pemurnian agama, syariah, khilafah, jihad dan seabrek tetek-bengek tuduhan keji terhadap orang lain demi pembenaran klaim untuk menguasai dunia”

Sawah :”Bangsat kamu orang. Tetapi orang-orang kafir seperti kamu harus dibunuh !”

Saya :”Apa artinya klaim keislaman seperti itu bila hanya dibarengi dengan kekejian pikir, kalbu dan perbuatan. Apa Islam itu memang agama keji !”

Sawah :”Bangsat ….!”

Saya :”Iya, tidak apa-apa. Tetapi kamu tidak tau berapa butir biji nasi yang kamu makan, bahkan sekarang ulama kalian juga memberi fatwa boleh makan (tubuh) isteri bila kalian lapar dengan dalih ketaatan pada suami, bukankah daging manusia itu haram hukumnya, demikian juga dengan membunuh manusia itu adalah larangan Tuhan, terlebih dia isterimu sendiri”

Sawah :”Dasar penghina agama !”

Saya :”Boleh kamu menganggap aku penghina agama, akan tetapi gagasan seperti kelompok kalian itu jauh lebih keji karena dengan agama kamu mencari makan dan tidak cukup dengan nasi, tetapi daging manusia (isterimu) juga kalian anggap sah untuk dimakan. Setahu saya yang seperti itu ajaran setan, bukan ajaran Allah”

Sawah :”Apa hubungannya agama dengan makan ?”

Saya :”Hai orang bodoh, Allah memerintahkan agar mencari makanan yang halal, bukan saja benda yang kamu makan tetapi cara mendapat makanan itu juga harus bukan dengan cara menzalimi orang lain. Sedangkan gagasan kelompok kalian itu nyata-nyata melakukan kezaliman demi makan dan hal itu kalian klaim sebagai agama, dengan cara mengambil ghanimah (perang) dan kekejian intrik politik bahkan dokrin kanibal. Jauhlah itu dari Islam yang di ajarkan oleh Rasulullah s.a.w. !”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s