SELAMATKAN INDONESIA DARI IDEOLOGI TAKFIRI DAN TERORISME

posted 06/01/2014

 

Negara seperti Indonesia yang konstitusinya mengakui dan menjamin kebebasan warganya dalam beragama dan berkeyakinan sejatinya tidak memberi kebebasan bagi bentuk-bentuk keyakinan berkarakter Takfiri. Karena keyakinan Takfiri dan ekspresinya berlawanan dengan makna hakiki dari “kebebasan” itu sendiri. Kelompok yang memiliki keyakinan agama berkarakter Takfiri sangat mudah memvonis kalangan lain yang berbeda dengannya sebagai golongan yang “sesat” dan “kafir.” Mereka tidak dapat menerima kenyataan adanya perbedaan penafsiran dan praktik dalam agama. Akibat dari itu, kaum Takfiri akan berupaya memaksakan bentuk-bentuk pemahaman dan model-model praktik keagamaannya kepada pihak lain, sembari menuding pemahaman dan praktik pihak lain sebagai itu sebagai suatu kesesatan dan kafir.

Bentuk ajaran dan doktrin agama di kalangan umat Islam yang karakter Takfiri saat ini adalah paham Salafi Wahabi. Aliran yang menjadi mazhab resmi kerajaan Arab Saudi tersebut, dan mendapat sokongan kuat dinasti (Sa’ud) dalam penyebarannya di berbagai belahan dunia, kini mulai meluas dakwahnya di Indonesia. Dalam fenomena dakwahnya, berbagai ajaran dan amalan- amalan kalangan umat Islam lain menjadi sasaran penyesatan dan pengkafiran oleh mereka.

Kalangan utama yang menjadi target pengkafiran mereka adalah mazhab Ahlusunnah (Sunni), yang direpresentasikan oleh kalangan Nahdatul Ulama (NU) di Indonesia, dan secara lebih agresi adalah terhadap Syiah. Terutama terhadap Islam Syiah, Salafi Wahabi secara intensif mengkampanye-kannya sebagai bukan bagian dari Islam. Kaum Takfiri itu menebarkan berbagai fitnah dan hasutan untuk menggiring umat Islam Sunni agar membenci dan memusuhi Syiah.

Salafi Wahabi Takfiri di Indonesia saat ini bergerak secara terorganisir dan sistematis untuk memprovokasi umat Islam di Indonesia memusuhi dan memerangi Syiah. Mereka memanfatkan berbagai majelis, media informasi, dan jejaring sosial, untuk menebarkan berbagai fitnah dan hasutan untuk memecah-belah umat Islam antara Sunni dan Syiah. Institusi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun, seperti yang telah terjadi di beberapa daerah, digiring oleh mereka untuk mengeluarkan fatwa Sesat bahkan kafir terhadap Syiah. Target utamanya agar Islam Syiah – dengan menghalalkan berbagai cara – tidak diberi tempat dan supaya negara melarang eksistensinya di Indonesia.

Kaum Kelompok Salafi Takfiri tersebut melakukan berbagai upaya untuk menghalangi taqrib bainal mazahib (pendekatan antar mazhab) dalam Islam, yang pada intinya adalah untuk menutup jalan dan kesempatan bagi terjalinnya ukhuwah dan persatuan Islam. Mengamati tindak tanduknya yang demikian, kelompok Salafi Wahabi itu secara jelas menjadi “duri dalam daging” atau kanker bagi umat Islam di belahan dunia mana pun, dan secara khusus merusak suasana toleransi dan kerukunan beragama rakyat Indonesia.

Pembiaran oleh Negara atas model dakwah Salafi Wahabi dan gerakan Takfirinya itu, dengan mengamati fenomena dan intensitasnya sejauh ini, akan menyeret Indonesia ke dalam perang sektarian dan chaos sosial. Karena mereka tidak segan- segan menempuh jalan kekerasan dan serangan fisik, melalu kelompok-kelompok dan jaringan teroris yang notabene (berbagai kelompok yang ada) adalah berpaham Salafi Wahabi Takfiri.

Sejatinya Negara mengantisipasi tumbuh-kembangnya fenomena terorisme di Indonesia dengan menutup lahan-lahan yang selama ini menjadi tempat persemaian benih-benih Takfiri. Terorisme Musuh Agama dan Kemanusiaan Dalih apa pun untuk membenarkannya, berbagai aksi terorisme dimana pun di berbagai belahan dunia tetap merupakan musuh kemanusiaan dan terjauhkan dari nilai-nilai luhur peradaban. Apalagi mencitrakan dirinya dengan bermotif mengemban seruan jihad Islam, maka itu sungguh kezaliman ganda, menzalimi manusia lain akibat aksi-aksi kejam dengan terror mematikannya itu, dan menzalimi agama yang sejatinya menebar cinta dan kedamaian.

Dan karena itu, siapa pun anda dan dimana pun Anda berada, selayaknya ambil peduli untuk mengantisipasi dalam upaya proteksi lingkungan sekitar kita dari menjadi ladang persemaian bibit-bibit Takfiri, untuk kemudian tumbuh menjadi pohon terkutuk (terorisme).

Sungguh kita telah kehilangan akal sehat jika meyakini bahwa jalan yang harus ditempuh oleh umat Islam dalam membela agama dan menegakkan keadilan adalah dengan cara-cara menebar berbagai ancaman dan teror mematikan. Hal yang membuahkan kekacauan sosial dan menjauhkan umat manusia dari rasa aman dan damai. Tidak, sungguh bukan Islam yang menghendaki umatnya melakukan hal- hal dan menempuh cara-cara seperti itu. Mekipun Islam memiliki ajaran dan doktrin tentang perang, dan umat ini pun mesti memiliki kesiapan dan persiapan dalam menghadapinya, namun itu hanya dilakukan dalam bentuk membela diri, dengan komando yang jelas, sasaran yang terukur, dan berbagai aturan dan akhlak yang menyertainya.

Tentu umat Islam memiliki musuh yang tidak menginginkan agama ini dengan system ajaran dan hukumnya eksis mempengaruhi tatanan sosial dan arus geopolitik global. Dan musuh-musuh itu tidak segan-segan betindak agresif dalam membendung Islam. Akan tetapi, bagaimana umat Islam mengidentifikai musuh yang sebenarnya dan mengambil kebijakan serta tindakan yang terukur untuk melawannya, adalah perkara utama yang menjadi kewajiban kita. Karena dengan demikian kita tidak betindak zalim dan melampaui batas, baik terhadap musuh itu sendiri, ataupun atas pihak-pihak lain yang berpotensi meneima dampaknya. Apalagi jika hal itu berakibat kerugian besar dari segala apek terhadap Islam dan umatnya sendiri.

Jika kita uraikan secara lebih kritis tentang siapa yang paling besar menerima kerugian atas aksi-aksi terorisme yang dijustifikasi atas nama seruan jihad demi membela lslam selama ini, akan sangat jelas, baik secara statistic korban jiwa dan fisik, maupun kerugian dalam citra, opini, dan politik atas umat lslam itu sendiri.

Karakter ajaran dan doktrin agama yang membentuk jiwa takfiri itu secara luas menjadikan objek kebencian dan permusuhan mereka adalah terhadap sesama umat Islam sendiri.

Ajaran takfiri yang begitu mudah mengkafirkan sesama umat Islam yang berbeda dengannya itu telah menyeret umat Islam secara bersama kedalam api perpecahan dan konflik sektarian. Bebagai perang sektarian yang diakibatkan oleh karakter takfiri dan agresifitasnya memerangi umat Islam di luar golongan mereka telah menghalangi dan menghancurkan jalan bagi persatuan Islam khususnya, dan PERSATUAN INDONESIA khususnya.

Fenomena tersebut sepertinya tengah menunjukkan umat Islam sedang melakukan bunuh diri massal, tanpa merepotkan musuh untuk melakukannya secara langsung. Itulah yang tejadi di Libya, Syria, Iraq, dan lainnya yang kini tengah mengahadapiaksi terorisme dan perang, yang dilancarkan oleh kaum takfiri.

Akhirnya, yang sejatinya disadari oleh umat Islam seluruhnya adalah adanya tangan- tangan musuh yang mengehendaki umat ini mengalami kekacauan dan kehancuran dari dalam. Karena tidak ada kaedah logis yang dapat memahami dana argumentasi yang dapat meyakinkan kita, bahwa perang dan bunuh-bunuhan dengan sesame umat Islam akan membawa keuntungan bagi umat Islam sendiri, dan menjadi persembahan terbaik bagi kesucian dan kebesaran Islam.

Musuh Islam sangat menyadari bahwa terkonsolidasinya kekuatan umat Islam melalui persatuan dan solidaritas antar sesama mereka, dari berbagai aliran dan mazhab, adalah petaka yang besar. Karenanya, adalah kepentingan mereka semata untuk menjebak umat Islam dalam kekacauan internal, yang menggerus kekuatan dan melemahkannya.

Dengan kondsi yang demikian, mereka akan senantiasa mudah menguasai dan mengontrol umat lslam sesuai dengan kepentingnya. Oleh karena itu, sejatinya tidak ada tempat bagi ideologi Takfiri untuk eksis di tengah- tengah masyarakat yang menghargai dan bertoleransi dalam perbedaan, serta hidup dalam kerukunan.

Kaum Takfiri adalah ancaman yang paling berbahaya bagi kelangsungan ruh persatuan bangsa INDONESIA dalam realitas kebhinnekaan. Maka selayaknya takfiri salafi Wahabi menjadi musuh bersama. []

 

==

WAHABI-ISME

Berdebat dengan seorang Wahabis memang sulit.

Dia selalu mengelak bahwa ia bukan wahabi, bahkan ada yang bilang bahwa dia adalah NU atau Muhammadiyah.

Ternyata dia tidak paham, bahwa wahabisme itu adalah isme atau ideologi. Sama seperti marxisme, zionisme, naziisme, komunisme dll.

Ciri2 ideologi wahabi adalah selalu merasa dirinya paling muslim diantara semua muslim, paling benar, paling dekat sama Tuhan dan punya kapling di surga. Karena itulah mereka suka mengutip ayat2 Alquran karena merasa Alquran itu diperuntukkan kepada mereka dan hanya merekalah yang mampu menafsirkannya sesuai nafsu mereka.

Ciri yang paling nyata terlihat adalah ketika ia melihat sebuah pernyataan baik itu lisan maupun tertulis. Ketika seseorang ngomong menyinggung agama dengan maksud A dan semua org tahu bahwa maksudnya A, wahabisme memahaminya dengan maksud B.

Pahamnya gagal karena tekstual. Buat mereka “bisa” itu selalu dapat, dan bukan racun. Meskipun kontteks kalimatnya menggambarkan itu racun.

Anda bisa bayangkan, bagaimana cara mereka menafsirkan ayat Allah dengan paham yang gagal itu.. Mengerikan, bukan ?

Dengan pahamnya yg selalu gagal ini, mereka memaksakan kegagalan mereka ke masyarkat luas. Maka keluarlah takbir, penggal leher dan lain2, seakan2 Tuhan Yang Maha Besar adalah pemenggal leher.

==

INI DIA “STRATEGI” ISIS UNTUK MENYERANG ISRAEL…

banyak yang mempertanyakan kenapa ISIS lebih suka membunuh orang Islam tapi tak pernah menyerang ISRAEL, seorang jurnalis mewawancarai komandan ISIS terkait strategi ISIS untuk meneryang Israel.

J : Bagaimana cara Isis menaklukkan Israel ?
M : Serang dulu Irak. Lalu ke arah barat yaitu Suriah. Walaupun keliatannya mereka shalat, tapi kami tahu hati mereka. Mereka itu shalat bohong-bohongan. Sebenarnya mereka antek Israel. Jadi lebih berbahaya dan jauh lebih kafir.
J : Serang Israelnya kapan ?
M : Ntar dulu. Balik arah dulu ke timur yaitu menyerang Iran.
J : Kan Israel ada di arah barat Suriah ?
M : Ga masalah. Kan Iran syiah, syiah lebih kafir dari Israel. Tapi karena Iran negara kuat. Kita terus lompat saja 7.000 km ke timur nyerang Indonesia.
J : Kok gitu ?
M : Karna Indonesia antek Israel dan Amerika. Sekuler, komunis, dan penyembah Garuda gepeng. Jadi, Indonesia lebih kafir dari Amerika dan Israel.
J : Hmmmm. Lalu serang Israelnya kapan ?
M : Iya, kami balik arah 8.500 km ke barat lagi yaitu Lebanon. Serang dulu Lebanon karna Lebanon antek Israel. Antek Israel ini lebih kafir dari Israel.
J : Lalu Israel kapan ?
M : Aaah…Bodo amat. Bantai dulu Hamas karna ga mau baiat. Lalu serang ke arah barat ngelompatin Israel yaitu mesir. Mesir ini juga antek Amerika dan israel. Mesir jauh lebih kafir dari Zionis.
J : Lalu serang ke Israel kapan ?
M : Ntar dulu. Serang anteknya dulu yaitu Libiya. Dari Libiya ke Tunisia. Hancurkan Tunisia dulu Coy. Kan Mesir dan Tunisia antek-anteknya Israel. Oh iya, Pakistan kan belom berbaiat sama ISIS ? Jadi lupa ? Lagi juga, Pakistan kan anteknya Israel. Balik lagi ke arah timur 5.000 km ke Pakistan bantai Pakistan melompati Israel lagi.
J : Lalu ke Israelnya kapan ?
M : Ntar dulu. Kan belum ke Malaysia yang juga antek-antek Amerika. Antek Amerika dan Zionis ini lebih kafir dari orang kafir sendiri.
J : So ?
M : Setelah kita bantai kaum yang ngaku-ngaku muslimin padahal syiah, sekuler, dan komunis, maka berhasil perjuangan kita.
J : Ke Israelnya kapan ?
M : Nah Ke Israel kita dakwah kepada mereka dengan baik-baik. Kita tunjukkan kepada mereka bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin.

J : !x?v@t#$%^&*()_+
(MAS)

==

Taqiyahnya Salafi

 

TA’QIYAH

Dialoq antara seorang takfiri dan seorang ustad, takfiri ini kita sebut sbg ‘abi boy’ sangat lah membenci syi’ah, jika kita samakan dgn level pedasnya kripik ma’ icih, niscaya levelnya mencapai 7, jangan sebut kata ‘syiah’ maka bermuncratan-lah kata2 pedas darinya menghujat.

Suatu hari….

Pak Ustad : ” abi boy, antum saya dengar sudah beristri lagi, antum poligami ya ? ”

Abi Boy : ” pssst…pak ustad,jgn keras2 nanya-nya, istri ana yg pertama gak tau ana poligami…bisa runyam ”

Pak Ustad : ” lho koq belum tau…kan istri yg menerima poligami ganjarannya akan jadi ratunya bidadari menurut pemahaman antum, knapa gak
iingatkan saja..?? ”

Abi Boy : ” hadeewh pak ustaaad…gak segampang itu, perlu waktu, perlu motivasi, pemahaman dan akal yg baik, daripada dikuasai ego untuk menerima poligami iniii….yang penting Insya ALLOH dimata agama pernikahan ke-2 ini sdh sah, halal dan maksud ana menyembunyikannya adlah untuk kebaikan smua pihak….”

Pak Ustad : ” berarti antum sdg ber TA’QIYAH, sbagaimana syi’ah melakukannya, dengan pertimbangan yg sama pula…demi kebaikan semua pihak, dan sdh memenuhi syariat, cuma saja antum belum paham betul, selama ini menilai dgn ego, bukan dgn akal…”

Abi Boy : *melotot level 7 karena nelen jenggotnya sendiri*

Pak Ustad : ……………………..(ketawa level 7)

*inspiring by status ustad Enha Saja*

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s