Wahabi sendiri telah Membuktikan Bahwa mereka BUKAN AHLUSSUNNAH WAL-JAMA’AH

Kaum Wahabi berusaha keras membangun reputasi bahwa Wahabi sebagai representasi Ahlussunnah Wal-Jama’ah, salah satunya dengan menerbitkan kitab-kitab akidah Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang ditulis oleh kaum ahli hadits Asy’ariah, seperti kitab-kitab al-Baihaqi, al-Dani dan al-Lalaka’i rahimahumullaah.

Salah satu kitab Asya’riah yang diklaim sebagai kitab Wahabi adalah kitab Syarh Ushul I’tiqad Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah, karya al-Hafizh al-Lalaka’i. Membaca kitab ini, dari bagian muqaddimah, akan memberikan keyakinan bahwa Wahabi bukan Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Al-Hafizh al-Lalaka’i berkata:

آثارهم على الزمان متبوعة، … وقبورهم مزارة ، … يزارون في قبورهم كأنهم أحياء في بيوتهم ، لينشر الله لهم بعد موتهم الأعلام حتى لا تندرس أذكارهم على الأعوام ، ولا تبلى أساميهم على مر الأيام .

Peninggalan-peninggalan para ulama Ahlussunnah Wal-Jama’ah sepanjang masa selalu diikuti. Makam-makam mereka selalu diziarahi. Mereka selalu diziarahi di makam-makam mereka seakan-akan mereka masih hidup di rumah-rumah mereka. Agar`supaya Allah menyebarkan setelah meninggalnya mereka tanda-tanda bagi mereka sehingga kenang-kenangan mereka tidak sirna dalam perjalanan tahun, nama-nama mereka tidak rusak dalam perjalanan waktu. (Al-Hafizh al-Lalaka’i, Syarh Ushul I’tiqad Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah, juz 1 hlm 25).

Perhatikan pernyataan al-Imam al-Lalaka’i di atas, bahwa tanda-tanda ulama Ahlussunnah Wal-Jama’ah:

1) Makam-makam mereka selalu diziarahi. Jelas yang diziarahi adalah makam para ulama dan auliya Asy’ariah. Wahabi mensyirikkan ziarah ke makam para ulama dan auliya’. Tidak ada ceritanya ada pengikut Wahabi yang berziarah ke makam para ulama mereka. Bukti bahwa ulama Wahabi bukan Ahlussunnah Wal-Jama’ah.

2) Mereka selalu diziarahi di makam-makam mereka seakan-akan mereka masih hidup di rumah-rumah mereka. Para ulama dan auliya Asy’ariah selalu diziarahi oleh umat Islam dengan tujuan tabaruk, tawasul dan istighatsah, sebagaimana ketika mereka masih hidup. Perhatikan makam para auliya dan ulama yang selalu ramai diziarahi umat. Sementara ulama Wahabi tidak ada yang diziarahi. Wahabi mensyirikkan dan mengkafirkan umat Islam yang berziarah ke makam auliya dan ulama dengan tujuan istighatsah, tawasul dan tabaruk.

Kitab al-Imam al-Lalaka’i tersebut diterbitkan oleh orang Wahabi, dan diklaim sebagai ajaran Ahlussunnah Wal-Jama’ah ala Wahabi. Padahal di bagian muqaddimah kita tersebut menjelaskan bahwa Wahabi bukan Ahlussunnah Wal-Jama’ah.

Bukti bahwa Wahabi bukan Ahlussunnah Wal-Jama’ah.
Wallahu a’lam. bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s